Hidupku Berubah Karena 39.900

Saya awali kisah ini 4 tahun lalu tepatnya 17 januari 2008. Memang kata-kata bijak yang sering saya dengar sangat berlaku dalam hidup saya dan itu pun terjadi.

“HIDUPKU TIDAK AKAN BERUBAH JIKA AKU TIDAK MENGUBAHNYA” kata-kata itu sangat terngiang disaat saya harus dihadapkan pada pilihan.

Ini sih cerita perjalanan cinta saya sebelum dengan tiba-tiba saya mengubah cerita hidup dari seorang Upik Abu hingga saya menjelma menjadi seorang Putri , hehehe

Kehidupan cinta saya berubah “hanya ” karena sebuah SMS nyasar (bagi saya) tapi disengaja oleh lelaki yang kini jadi suami saya. Pada dasarnya saya adalah tipe orang yang cuex, saya dari dulu tidak pernah mengangkat or membalas sms dari nomor-nomor yang tidak saya kenal.

Entah karena memang saya menemukan pendamping saya atau gimana, saya sendiri kurang tau. Tiba-tiba saja, saya membalas SMS tersebut dan saya ketahui ‘dia adalah teman kecil saya’. Dan kisah itu saya mulai dan akhirnya kami sudah menjalani rumah tangga empat tahun lamanya…..

Begitu pula dengan bisnis yang saya jalani sekarang…..

Loh apa hubungannya kisah cinta dengan bisnis…??? Eits ada hubungannya loh….Begini ceritanya.

Awalnya saya adalah pekerja keras dan tiba-tiba harus berdiam diri dirumah karena hamil dan mengurus anak, jadi suami saya berinisiatif mencarikan saya usaha lewat internet untuk mengisi waktu luang saya.

Masih bertahan dengan sifat lama saya yang selalu cuex, saya tidak mau berkomentar untuk meng-iyakan. Karena internet adalah hal yang baru buat saya alias gaptek banget deh :D

Sampai akhirnya setahun lalu saya pun mulai terbuka dengan semuanya, mau menerima tawaran dari suami karena sebuah impian yang ingin saya raih. Bisnis pun dipilihkan oleh suami dan pilihan itu jatuh pada d’BC Network. Saya pun nyerah tanpa paksaan saat harus tranfer uang pendaftaran sebesar 39900 (kurang dari 40 ribu) dan mengirim copy KTP saya kepada orang yang sama sekali belum saya kenal (belum pernah ketemu ).

Hari pertama yang saya jalani sangat membingungkan. Banyak hal yang saya bingungkan karena ke-gaptek-an saya itu. Dan sangat beruntung saya mendapatkan sponsor yang baik hati dan mau mengajari saya dari awal.

Beliaupun meu mengajari saya langsung dan membantu semua kesulitan saya kapan aja. Selain sponsor saya tercinta mba Novie Retno ada juga ibu Director saya yang meluangkan waktunya berkunjung kerumah saya hanya untuk mengajari saya.

Dari sana saya merasakan aura yang positif karena support jaringan yang memang benar-benar solid dan bukan isapan jempol belaka. Dan kini hidupku berubah total hanya karena 39.900 rupiah. Nilai investas uang yang habis buat makan siang sendiri dan sekali pakai.

Sejak resmi menyandang status member of d’BC Network saya menjadi jutawan dari rumah. Mempunyai wawasan lebih terbuka karena bertemu dengan orang2 hebat yang bisa membawa perubahan dalam financial. Terimakasih saya yg terdalam buat founder d’BC Network yaitu mba Dini Shanti dan Jeng Nadia Meutia. Berkat 2 Ibu muda ini saya menemukan pengalaman baru dan membuktikan kklo mau bisnis ga butuh modal mpe berjuta2 untuk mewujudkannya, cukup 39900 aja bisa…..

Note: Bong Chandra said terbukalah dengan peluang2 kecil karena dengan mengumpulakan peluang kecil akan membuka peluang besar…..

yuks yang mau punya usaha / bisnis sendiri dan ga ada yg ngatur2 ditunggu kehadirannya. Infonya bisa klik DISINI yah….

 

 

 

Posted in Ceritaku | Tagged , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Humor Suami Istri

Seorang Istri Membeli 1 set produk kecantikan untuk memperbaiki
penampilannya supaya kelihatan lebih muda…

Setelah duduk berjam-jam di depan cermin, akhirnya sang istri siap
memperlihatkan “keajaiban” produk yang dibelinya kepada suaminya…

“Sayang, sejujur2nya katakan, Bagaimana Penampilanku sekarang?”, tanya sang
istri kepada sang suami…

“Kalau dilihat rambutnya, seperti umur 18, kalau dilihat mukanya, seperti
umur 20, kalau dilihat badannya, seperti umur 25″, Jawab sang Suami…

“Ah, kamu hanya Menggodaku saja”
“Tapi, kalau secara keseluruhan, sayang ???” sahut sang istri kesenangan

“Yaaa……. .. tinggal dijumlahkan saja”

:D

Posted in Intermezzo, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Special Online Bazaar Januari 2012

Oriflame memang paling bisa memanjakan para membernya

Berbagai produk keren sudah bisa menjadi milik pribadi dan tentunya bisa bermanfaat

Yang belum jadi member, yuks gabung sekarang

Syaratnya gampang, cukup uang pendafaran 39900 dan copy KTP aja

Untuk keterangan lebih lanjut bisa klik DISINI ya…

Dapatkan kesempatan mempunya bisnis sendiri dengan modal yang relatif murah serta kesempatan mewujudkan impian punya mobil, rumah serta jalan2 ke dalam dan luar negeri gratisssss

Ditunggu kedatangannya di keluarga besar Oriflame Indonesia

Posted in Info Diskon & Promo, Uncategorized | Tagged , , , , , , | Tinggalkan komentar

Serahkan Pada Yang Diatas (joke)

Pd suatu hari Si Amin disuruh emaknya mngambil mangga di kebun..,

Sedang asik-asiknya Si Amin mngambil mangga, tiba-tiba di bawah dia melihat sepasang remaja sedang making love… Berdirilah bulu roma Si Amin.

Entah knapa dia tetap bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yg mulai gemetar… Tak lama kmudian didengarnya suara isak tangis remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara.

“Mas bagaimana kalo saya hamil nanti?? Mas harus mau btanggungjawab yah..!”

“Sudahlah dik.., kita serahkan semua ini pada yg di Atas..”,jawab si lelaki.

Si Amin terperanjat. ., lalu dia berteriak, “Eh enak saja loe..!!, menyerahkan semuanya pada gw.., Gw kan cuma liat doangg.., nggak ikut berbuat..!!” :D

Posted in Intermezzo | Tagged , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Every Day is a Special

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan lingerie istimewa
kesayangannya. Dia membuka bungkusan berbahan sutra itu, memandang pakaian
dalam yang begitu spesial hingga dikemas dalam kotak berlapis sutra.
“Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke Sydney, kira-kira 8
atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi
mengenakannya. Karena menurutnya, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan
yang istimewa.”

Dia melangkah ke dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan tersebut di
dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja
meninggal. Dia menoleh padaku dan berkata, “jangan pernah menyimpan sesuatu
untuk kesempatan istimewa, karena setiap hari dalam hidupmu adalah
istimewa!”

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang
aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa
tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama
keluarga dan mengurangi waktu bekerja.

Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya
bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa bertahan hidup. Aku tidak
berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal
kesayanganku setiap hari.

Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke supermarket, jika aku
menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum spesialku untuk kesempatan
istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya.

Kata-kata suatu hari, suatu saat nanti…sudah lenyap dari kamusku. Jika
dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu, bisa membuat kita lebih
berharga dan bahagia, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya
sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu
dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya.

Aku berpikir, jika dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan
lingerie kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon
rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon
teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan.
Mungkin dia akan pergi makan martabak spesial, makanan favoritnya bersama
suaminya. Hal-hal kecil yang mungkin akan dia sesali ketika tahu dia tak
akan dapat lagi melakukannya.

Aku teringat orang-orang yang aku kasihi. Hm…aku pasti akan menyesal dan
sedih, bila tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka.
Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang
bisa membuatku tertawa dan menikmati hidup. Dan setiap pagi, aku akan
berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini adalah hari yang istimewa
bagiku.

Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.

Sumber: Tidak Diketahui

Posted in Intermezzo | Tagged , , , , , , , | 1 Komentar

Pertapa Muda dan Kepiting

Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda sedang
bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang
berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah
kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke
arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak
seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya
untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang
deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan
tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur,
dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya
terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena
bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan
mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi
sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si
pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit
oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi.
Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin
membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan
menegur si pertapa muda, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan
hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau
membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”

“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda.
Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak
mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk
lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,” jawab si pertapa muda dengan
kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah
ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat
kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu
dengan capitnya.”

“Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,
tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik,
yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus dengan cara mengorbankan diri
sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, bukan?”

Seketika itu, si pemuda tersadar. “Terima kasih, Paman. Hari ini saya
belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan
kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang
paman ajarkan.”

Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong orang lain
adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita,
orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara
kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya
memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak
tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung
beban dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan
dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak
hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus
membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu. []

Sumber: Tidak Diketahui

Posted in Intermezzo | Tagged , , , , , , , | 1 Komentar

BOS & SAYA

BOSS : Selalu benar.
SAYA : Selalu salah.
• Jika BOSS tetap pada pendapatnya, itu konsisten.
• Jika SAYA demikian, itu keras kepala.

• Jika BOSS berubah 2x pendapat, itu fleksibel.
• Jika SAYA demikian, itu plin plan.

• Jika BOSS bekerja lambat, itu teliti.
• Jika SAYA demikian, itu bodoh.

• Jika BOSS bekerja cepat, itu terampil.
• Jika SAYA demikian, itu asal 2x an.

• Jika BOSS lambat memutuskan, itu hati 2x.
• Jika SAYA demikian, itu idiot.

• Jika BOSS cepat mengambil keputusan, itu berani ambil resiko.
• Jika SAYA demikian, itu gegabah.

• Jika BOSS melanggar prosedur, berarti inisiatif.
• Jika SAYA demikian, itu tidak tahu aturan.

• Jika BOSS menyatakan : “Mudah” itu berarti optimis.
• Jika SAYA demikian menyatakan : “Mudah” itu sok.

• Jika BOSS sering keluar kantor, itu cari peluang.
• Jika SAYA demikian, itu cari kesempatan.

• Jika BOSS sering entertain, itu me-lobby customer.
• Jika SAYA demikian, itu menghamburkan anggaran.

• Jika BOSS men-service atasan, itu loyalitas.
• Jika SAYA demikian, itu menjilat.

• Jika BOSS sering tidak masuk, itu kecapaian kerja keras.
• Jika SAYA demikian, itu malas.

• Jika BOSS membuat lelucon, itu humoris
• Jika SAYA demikian, itu frustasi.

• Jika BOSS mengirim joke ini ke saya berarti peace
• Jika SAYA nekat ngirim joke ini ke BOSS berarti rest in peace :D

Posted in Intermezzo | Tagged , , , , , | Tinggalkan komentar